Rendah hati adalah syarat pertama jika kita ingin mencapai derajat sebagai insan yang bertakwa.
Rendah hati merupakan puncak dari akhlak seorang mukmin, yaitu rendah hati kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan.
Rendah hati tidak mungkin diraih hanya dengan ilmu, harus diiringi dengan amal perbuatan.
Rendah
hati dari segi ilmu memang mudah dipelajari, namun dalam
implementasinya membutuhkan waktu yang tidak singkat, bisa
bertahun-tahun.
Rendah hati bertahap belajarnya. Seiring perjalanan usia, ilmu dan pengalaman seharusnya semakin rendah hati.
Rendah
hati dapat diteladani dari diri Rasulullah saw., karena beliaulah
orang paling bertakwa di seluruh alam semesta. Bahkan, malaikat pun
hormat kepada beliau karena derajat beliau yang begitu mulia di sisi
Allah SWT. Nabi Muhammad saw. dipuji oleh Allah sebagai makhluk dengan
akhlak sangat terpuji dan mendapat anugerah sebagai kekasih Allah (habîbullâh).
Saat
kita berusaha mencapai puncak, hal ini laksana mendaki gunung. Agar
lebih mudah mendakinya, maka badan kita harus condong ke depan dan
pandangan mata ke arah bawah. Pernahkah kita melihat seorang pendaki
gunung berjalan sambil menegakkan badan, mendongakkan kepala dan
membusungkan dada? Semakin curam jalan yang kita daki, kita pun semakin
merunduk, bahkan merayap. Bukankah pada dasarnya panjat tebing
dilakukan dengan merayap?
Tatkala sudah di puncak, rendah hati
tetap harus menghiasi diri. Angin pasti berhembus lebih kencang ketika
kondisi kita di puncak. Agar bisa bertahan bahkan maju terus walaupun
terpaan angin begitu besar, maka kita harus berjalan sambil membungkuk.
Semakin kencang anginnya, berarti badan kita semakin membungkuk bahkan
merayap.
Semoga Allah senantiasa menghiasi diri kita dengan sifat rendah hati, amin...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..
bY : TAUFIK ISMAIL
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar