Dikisahkan suatu ketika Nabi khidir melakukan perjalanan bersama para
pengikutnya, beliau menyampaikan pesan kepada para pengikutnya
(kaumnya), bahwa esok hari kita akan melakukan perjalanan panjang untuk
bertamasya ke sebuah Goa, namun Nabi khidir mengatakan kepada para
pengikutnya bahwa semua pengikutnya boleh mengambil segala sesuatu yang
terdapat didalam goa tersebut serta dibolehkan pula bila tidak
mengambilnya.. ujar khidir.
Namun bagi siapapun yang mengambilnya maupun yang tidak mengambilnya
kalian semuanya kelak akan menyesal. “Ujar khidir kepada para
pengikutnya”. Para pengikut (kaum) nabi khidir pun menjadi bingung,
heran dan langsung bertanya-tanya kepada Nabi khidir maksud dari makna
ucapan tersebut. Namun Nabi khidir hanya berujar: Tunggulah jawabannya
esok hari setelah kita keluar melakukan perjalanan pulang dari goa.
Akhirnya esok hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, nabi khidir beserta
para pengikutnya pun pergi melakukan perjalanan yang panjang menuju
go’a. Setelah semua pengikut masuk dan menjelang tiba di mulut go’a.
Nabi khidir kembali mengingatkan kepada para pengikutnya terhadap apa
yang diucapkan di hari sebelumnya dan perjalanan menelusuri goa yang
gelap serta hampa tersebut dilanjutkan hingga setelah usai melakukan
perjalanan dan keluar dari goa.
Nabi khidir berujar kepada kaumnya agar siapapun yang selama dalam
perjalanan di dalam goa telah mengambil segala sesuatu benda yang berada
didalam goa tersebut agar menunjukkannya ke Nabi Khidir, ternyata
sebagian pengikut nabi khidir yang mengambil benda di dalam goa yang
semula diperkirakan hanya berupa batu kerikil kecil itu ternyata
merupakan sebuah perhiasan emas. Sontak sebagian pengikut nabi yang
telah mengambil benda tersebut kecewa sekali dikarenakan tidak mengambil
lebih banyak.
Sementara, sebaliknya para pengikut nabi khidir yang seketika melihat
benda yang dibawa pengikut lainnya tersebut, namun tidak mengambil benda
yang terdapat didalam goa tersebut tidak kalah lebih kecewa.
Hingga akhirnya saat tersebutlah “Nabi khidir akhirnya berujar kepada
kaum(pengikut) nya”: bahwa kelak semua umat manusia di muka bumi (dunia)
ini akan menyesal, baik yang beriman maupun yang tidak beriman kepada
Allah SWT.
Hal ini dikarenakan bagi orang yang beriman dan bertakwa kepada Alloh,
semuanya merasakan sangat kurang amal-amal kebaikan yang telah
dilakukannya di dunia ini, baik itu amal ibadah maupun amal kebaikan
lainnya yang telah diperbuat selama didunia ini, sedangkan bagi orang
yang tidak beriman lebih sangat menyesal lagi, dikarenakan selama ia
hidup, penglihatannya, pendengaran, akal,serta ilmu yang dimilikinya
tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah SWT,
beriman dan taat kepada Allah SWT.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar